nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertapa Tua Tewas saat Gelar Ritual di Gunung Lawu

Bramantyo, Jurnalis · Senin 11 November 2013 20:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 11 11 513 895346 CgULyND8Mf.jpg Ilustrasi

KARANGANYAR - Seorang pertapa yang diketahui bernama Ciptodiyono (60) warga Dusun Jenak, Desa Ngagoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, ditemukan tewas di Pos III, Gunung Lawu, sekira pukul 18.15 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh beberapa pendaki dari Anak Gunung Lawu (AGL) yang sedang melakukan penyisiran para pendaki di Gunung Lawu. Jenazah korban saat ini tengah dievakuasi tim SAR.

Belum diketahui penyebab meninggalnya korban yang tengah menjalani ritual di puncak Gunung Lawu tersebut. Korban dikabarkan merupakan paranormal yang menghabiskan banyak waktunya untuk bertapa di Puncak Lawu.

Informasi yang dihimpun Okezone, tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara, korban yang sudah lanjut usia ini meninggal karena tidak kuat menahan rasa dingin akibat cuaca ekstrim.

''Sepekan ini puncak Lawu diselimuti kabut dan cuaca yang sangat ekstrim. Kemungkinan korban yang sudah tua ini nekat naik ke puncak Lawu untuk menggelar ritual tak kuat menahan dingin Gunung Lawu," papar salah satu anggota tim SAR, Maryono, di Karanganyar, Senin (11/11/2013).

Maryono mengaku tak mengetahui pasti kapan korban naik ke puncak Gunung Lawu. Diduga korban naik ke puncak melalui jalur pendakian Ngargoyoso yang dikenal paling curam jalur pendakiannya. Kemungkinan fisik korban lemas tapi dipaksakan untuk bertapa.

"Sehingga korban tak kuat lagi menahan dinginnya cuaca," jelasnya.

Cuaca ekstrim juga diakui Maryono menyulitkan proses evakuasi. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Karanganyar, SAR, dan AGL, kesulitan membawa jenazah korban turun dari Gunung Lawu.

''Kami hanya ikut dalam tim untuk evakuasi. Namun untuk penanganan jenazah, semuanya ditangani polisi," pungkasnya.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini