nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Kelelahan, Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas

Bramantyo, Jurnalis · Senin 10 Maret 2014 17:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 03 10 511 952836 5JTAn8wgIN.jpg Ilustrasi mayat (Foto: Feri Usmawan/okezone)

KARANGANYAR - Seorang pendaki berusia 40 tahun ditemukan tewas di bawah pos bayangan antara 2 dan 3 jalur pendakian Cemoro Kandang. Diduga pendaki tersebut tewas karena tak kelelahan akibat tidak menggunakan jalur tidak resmi saat mendaki puncak Gunung Lawu.

Kapolsek Tawangmangu, Karanganyar,Jawa Tengah AKP Rianto, mengatakan, korban pertama kali ditemukan relawan Anak Gunung Lawu (AGL) saat tengah mengecek jalur pendakian Gunung Lawu pukul 11.50 WIB. Saat itu, sesosok pria terlihat tengah tidur terlentang di pos bayangan.

Semula, relawan AGL mengira pria tersebut tengah beristirahat, namun setelah dibangunkan, tak ada respon apapun dari pria yang belum diketahui identitasnya tersebut. Setelah dicek, ternyata pria tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

"Dari hasil laporan, korban hanya seorang diri," ujar Rianto di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (10/3/2014).

Dari proses identifikasi awal, ungkap Rianto, korban hanya mengenakan kaos bertulis Sarangan Indah, berambut cepak, bercelana loreng, serta memiliki tinggi sekira 170 sentimeter.

Di kening korban terlihat lecet-lecet, celana yang dipakai korban dalam keadaan sobek-sobek tanpa alas kaki, tangan kanan lecet, serta bengkak pada hidung dan berdarah.

"Proses evakuasi masih berlangsung diperkirakan malam baru bisa turun, lokasinya jauh dan medannya cukup sulit. Proses evakuasi akan berlangsung sekira 7 jam lebih," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang anggota Tim SAR Karanganyar Sumaryono mengaku belum mengetahui secara pasti apakah korban berangkat naik ke puncak Gunung Lawu melalui jalur resmi, Cemoro Kandang, di Karanganyar, Jawa Tengah atau melalui Cemoro semu di Magetan, Jawa Timur.

"Bisa juga melalui jalur tak resmi. Kalau melalui jalur resmi, sebelum naik semua pendaki akan terdata dan bisa terpantau siapa saja yang naik ke puncak," ungkapnya.

Menurut Sumaryono, posisi korban ditemukan berada 200 meter dari pos bayangan. PosisiĀ  tersebut memperkuat dugaan awal, korban naik melalui jalur tak resmi. saat ini tim evakuasi yang terdiri dari Basarnas, Relawan AGL dan juga beberapa relawan lainnya sedang melakukan evakuasi terhadap korban.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini