Share

Ulama Aceh: Umat Islam Haram Rayakan Tahun Baru

Salman Mardira, Okezone · Senin 16 Desember 2013 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 16 340 912931 H2sDcdNlbk.jpg ilustrasi petasan (foto: Dok Okezone)

BANDA ACEH- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh menyatakan, umat Islam haram merayakan tahun baru Masehi karena hal itu bertentangan dengan ajaran Islam. Putusan ini diambil dalam sidang paripurna ulama.

"MPU Kota Banda Aceh memutuskan dan menetapkan bahwa penyambutan atau perayaan Natal dan tahun baru Masehi haram dilakukan oleh umat Islam," kata Ketua MPU Banda Aceh, Teungku Abdul Karim Syeikh, Minggu (15/12/2013).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurutnya perayaan itu bagian dari ritual peribatan umat beragama di luar Islam. Karim menjelaskan perayaan tahun baru Masehi bermula dari ritual masyarakat Romawi kuno yang mengkultuskan Dewa Janus.

"Penamaan bulan Januari sendiri diambil dari nama Janus," sebutnya.

Pihaknya meminta seluruh pengusaha hotel atau pemilik cafe dan tempat hiburan di Banda Aceh, tak mengadakan pesta dan acara-acara lain yang bertentangan dengan syariat Islam.

"Kepada seluruh warga masyarakat muslim yang berada di Banda Aceh agar tak ikut-ikutan merayakan acara apa pun, dalam bentuk apa pun, dan di mana pun dalam rangka tahun baru Masehi," imbaunya.

Pemerintah Kota Banda Aceh juga diminta tak mengizinkan pengadaan pesta pora atau keramaian, membakar mercon, kembang apai dan tiup terompet dalam perayaan tahun baru, termasuk melarang pemasangan spanduk atau baliho terkait perayaan ini.

Pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada TNI/Polri serta dai-dai di Banda Aceh agar menyampaikan materi larangan perayaan tahun baru Masehi bagi umat Islam dalam khutbah atau cermah-ceramahnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini