Share

Pemkot Banda Aceh Siap Bubarkan Perayaan Tahun Baru

Salman Mardira, Okezone · Selasa 31 Desember 2013 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 31 340 920047 f3twe2KR4P.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh mengeluarkan pernyataan keras bagi siapa saja yang menggelar perayaan malam pergantian tahun. Pihaknya siap membubarkan jika ada aksi hura-hura, seperti bakar mercon atau tiup terompet, karena dianggap melanggar syariat Islam.

"Kita siap bubarkan jika ada konsentrasi massa, dan kita tindak yang membakar kembang api," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, kepada wartawan, Selasa (31/12/2013).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepolisian untuk memantau tempat hiburan, kafe, hotel, dan lokasi yang dianggap rawan dijadikan tempat konsentrasi massa untuk merayakan tahun baru. Jika ditemukan adanya kegiatan dalam rangka perayaan tahun baru, Illiza berjanji menindaknya.

Malam ini sejumlah Satpol PP, polisi syariah, dan aparat Kepolisian disiagakan di berbagai tempat di Banda Aceh, untuk mencegah kegiatan perayaan malam pergantian tahun.

Dia mengatakan, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (polisi syariah) akan terus merazia penjual terompet, kembang api atau petasan, agar tak ada aksi meniup terompet atau bakar petasan dan kembang api di malam pergantian tahun. Dalam beberapa hari ini, ribuan petasan dan kembang api sudah disita.

Dia berjanji barang-barang yang disita akan dikembalikan kepada pemiliknya sehabis momen pergantian tahun 2013 ke 2014. "Karena itu milik masyarakat, kita akan kembalikan," sebutnya.

Menurutnya perayaan tahun baru Masehi haram dilakukan umat Islam, sebagaimana fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh. "Kita punya tahun baru sendiri yaitu tahun baru Islam," tegasnya.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini