JEMBER - Kasus 35 remaja korban penipuan oknum tertentu untuk bisa masuk seleksi pendidikan militer taruna yakni Sekolah Calon Bintara (Secaba) tahun 2014 terus diusut. Setelah diperiksa di Kantor Jember 0824 Jember, kemarin, remaja asal Sumatera itu menjalani pemeriksaan di Sub Detasemen Polisi Militer 532 (Denpom) Jember.
Komandan Kodim 0824 Jember Kolonel Arhanud Wirawan Yanuarto menjelaskan, mereka diperiksa secara bertahap sejak pagi. "Pemeriksaan dilakukan setiap lima orang anak dikirim ke Sub Denpom dan jika sudah selesai menyusul kelima orang anak lainnya," kata Wirawan.
Pemeriksaan para remaja berambut cepat itu menyusul adanya dugaan sejumlah remaja korban penipuan menyebut salah satu oknum yang diduga anggota TNI di kawasan Lampung sebagai penjamin dan pemberi janji akan dimasukkan sebagai taruna tanpa melalui perkerutan resmi dan langsung mengikuti pendidikan. Namun Dandim enggan menyebutkan inisial nama dari oknum tersebut karena masih dikoordinasikan dengan pihak Kodam untuk penanganan lebih lanjut.
Seperti diketahui, 35 remaja dan 5 di antaranya merupakan anak dari tentara ini merupakan korban penipuan oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi, berdasarkan informasi perekrutan taruna sudah dilakukan Juni tahun lalu dan sekarang tengah masa pendidikan selama 4 bulan yang berakhir bulan April mendatang. Namun, karena menyangkut-pautkan dengan TNI, maka pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan apa sebenarnya yang terjadi dengan ke-35 anak ini hingga sampai ke Jember.
Para remaja ini beberapa pekan diinapkan di Hotel Nusantara belakang Kantor Pendopo Bupati Jember oleh si oknum calo. "Penanganannya nanti akan dipastikan berada di tingkat Kodam. Namun untuk langkah selanjutnya, pihak Kodim Jember masih menunggu instruksi dari Kodam, akan ada penjemputan atau pihak Kodim yang mengantar puluhan anak-anak ke Kodam," katanya.
Pihak Kodim sendiri masih belum memastikan apakah 35 pemuda ini korban penipuan, karena masih dilakukan pengumpulan keterangan. Terkait dengan dugaan percaloan pendidikan militer yang melibatkan oknum bawaahannya, ditolak keras. “Kita tidak akan menolelir. Tidak ada percaloan atau makai uang masuk tentara.
(Muhammad Saifullah )