nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pantai Ujung Pandaran di Sampit Darurat Abrasi

Norman Syah, Jurnalis · Kamis 03 April 2014 11:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 04 03 340 964735 dL2RF9bkpe.jpg Ilustrasi, tanggul pemecah gelombang di Indramayu, Jawa Barat (Antara)

KOTAWARINGIN TIMUR - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengeluarkan peringatan darurat terkait abrasi yang terjadi di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Rencana relokasi pun ditempuh mengingat kondisi pemukiman warga di bibir pantai semakin terancam akibat tergerus air.

 

Hampir tiga bulan ini, abrasi yang terjadi mengancam pemukiman penduduk setempat, terutama 13 rumah yang berada di pinggir pantai. Akibatnya, belasan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 

Untuk mengantisipasi meluasnya abrasi tersebut, pemerintah daerah telah melakukan penanggulangan sementara dengan membangun tanggul-tanggul darurat. Tanggul itu terbuat dari karung khusus yang mampu menampung pasir sebanyak 300 kilogram.

“Kami telah membangun tanggul sementara dari karung-karung pasir,” ujar Pelaksana Tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Sanggul Lumban Gaol, Kamis (3/4/2014).

Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kalimantan Tengah untuk membangun tanggul pemecah gelombang dalam waktu dekat. Tanggul tersebut dibuat menggunakan sistem bronjong yang sifatnya lebih permanen. “Pada tahun 2015, ditargetkan pekerjaan itu rampung,” urainya.

Sanggul menambahkan, kegiatan penanganan darurat dilaksanakan sejak 25 Maret lalu hingga 7 April mendatang. Diharapkan, dengan penanganan darurat tersebut, perluasan abrasi di Pantai Ujung Pandaran dapat dicegah.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini