Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Solo Menari 24 Jam

Ide Angkringan yang Didukung Sultan

Bramantyo , Jurnalis-Rabu, 30 April 2014 |15:04 WIB
Ide Angkringan yang Didukung Sultan
Solo Menari 24 Jam. (Foto: Bramantyo/Okezone)
A
A
A

SOLO - Pentas kolosal menari selama 24 jam yang digelar Institut Seni Indonesia dalam rangka menyambut World Dance Day baru saja berakhir. Total, ada 4.600 penari dari seluruh Indonesia terlibat dalam acara tersebut

Di balik gegap gempitannya penyelenggaraan World Dance Day kedelapan yang mengambil tema "Suara Tubuh Membuka Hati" ini, tidak banyak yang tahu bila ide awalnya adalah obrolan ringan sekelompok seniman di sebuah angkringan.

Ketua Panitia Solo Menari Dwi Wahyudiarto mengatakan, awalnya para seniman ini ragu-ragu untuk menggelar suatu kesenian secara utuh selama 24 jam. Tetapi melihat dari keseriusan para seniman ISI lainnya, maka rencana menari selama 24 jam tersebut diwujudkan. Bahkan, rencana kegiatan ini akhirnya didukung penuh Kerajaan di Nusantara.

"Rembukan (obrolan) biasa dengan teman-teman di Solo sekitar delapan tahun lalu tersebut kini menjadi sebuah event yang telah terbangun," jelas Dwi Wahyudiarto saat ditemui Okezone, di sela-sela penutupan Solo Menari di Kampus ISI Solo, Rabu (30/4/2014).

Dalam Solo Menari ini ada tiga poin yang sangat penting yakni, waktu penyelenggaraan yang cukup gila-gilaan. Bagaimana tidak, para seniman secara silih berganti tanpa ada waktu jeda sekalipun menari selama 24 jam penuh.

Poin kedua, menerobos adat istiadat Jawa yakni menari selama 24 jam penuh dianggap sebagai suatu yang tidak tidak lazim. Dan itu, ujar Dwi, menjadi suatu tantangan.

"Biasanya dalam budaya Jawa menari itu hanya satu jam atau dua jam saja," ungkapnya.

Dan ketiga, ada orasi tari yang disampaikan oleh Dr. Sal Murgianto. Salah satu kritikus tari Indonesia ini menyampaikan pandangannya tentang penyelenggaraan World Dance Day.

"Dan kritikan dari pakar seni itu sangatlah penting bagi kami, " terangnya lebih lanjut.

Selain pentas menari, pagelaran World Dance Day kedelapan ini juga disemarakkan dengan saresehan dan gelar maestro tari. Panitia Solo Menari mengundang beberapa maestro tari dari berbagai tempat  untuk menyerap ilmu, dan menangkap semangatnya yang sangat kuat untuk mempertahankan tradisi. Ini adalah hal yang sangat penting bagi generasi muda.

"Ada sekira 110 kelompok di kampus ISI ini yang hadir, mulai dari anak-anak, tari rakyat, kontemporer. Dan tidak hanya di gelar di kampus ISI saja tapi menyebar di berbagai tempat di wilayah Solo, di mal juga," imbuh Wahyu. 

Nah, mengumpulkan sekian banyak penari, kata Wahyu, juga bukan suatu upaya yang mudah. Dia menilai, kegiatan ini bisa besar karena adanya jaringan serta keberadaan wadah yang membuat semua yang terlibat merasa memiliki kegiatan tersebut. Menurut Wahyu, karena ini event Hari Tari, dan mereka adalah masyarakat tari, maka mereka pun merayakannya bersama-sama. Bahkan, semua perserta yang hadir di World Dance Day ini rela mengeluarkan akomodasi sendiri.

"Kami tidak punya apa-apa, hanya semangat," terangnya.

Dukungan juga datang dari Keraton Surakarta. Sejak tiga tahun lalu, Keraton Surakarta ikut terlibat langsung dalam memberikan apresiasi kepada generasi muda tari; misalnya dengan menampilkan salah satu tarian tradisi dari Pura Mangkunegaran di pendopo ISI. Bahkan Pura Pakualaman Jogja juga ikut berpartisipasi. Namun, karena adanya konflik internal di dua Keraton,yaitu Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasepuhan Cirebon, maka dua Keraton ini untuk sementara absen tidak mengirimkan para penarinya.

"Sedangkan Keraton lainnya sudah menyatakan tahun depan di World Dance Day, siap mengirimkan para penarinya. Jadi untuk tahun ini hanya Pura Mangkunegara dan Keraton Yogyakarta yang mengirimkan para penari," ujarnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement