Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Adopsi Syariah Kriminal Islam, Brunei Dikecam

Andreas Gerry Tuwo , Jurnalis-Rabu, 30 April 2014 |13:15 WIB
Adopsi Syariah Kriminal Islam, Brunei Dikecam
Sultan Hassanal Bolkiah (Foto:Reuters)
A
A
A

BANDAR SERI BEGAWAN - Pemimpin Brunei Sultan Bolkiah resmi menerapkan Hukum Islam di negaranya. Penerapan hukum tersebut membuat Brunei menjadi negara di Asia Tenggara pertama yang menjadikan Hukum Islam sebagai landasan konstitusi.

Hukum Islam yang akan diterapkan di negara penghasil minyak ini, berkaitan dengan kriminal. Menurut sultan, langkah yang diambilnya dapat membentuk Brunei sebagai negara yang lebih religius.

Tidak hanya itu, pengenalan Hukum Islam merupakan sebuah penghargaan besar yang pantas diterima Brunei. Demikian dilansir dari Reuters, Rabu (30/4/2014).

Walau sudah resmi memperkenalkan hukum Islam, ternyata langkah yang diambil negara ini membuat komunitas internasional cemas. Pasalnya, hukuman mati seperti rajam masih akan digunakan sebagai hukuman bagi para pelanggar berat hukum di Brunei.

Menurut Komisi HAM PBB, beberapa hukuman yang diterapkan di Brunei merupakan bentuk penyiksaan. Dan, hal tersebut adalah pelanggaran bagi hukum internasional.

"Banyak ketentuan dari hukum ini yang mendiskriminasikan perempuan. Hukum rajam lebih memiliki dampak kepada perempuan karena biasanya lebih banyak perempuan yang dijatuhkan hukuman ini," jelas Penasihat Hukum untuk Komisi Ahli Hukum Wilayah Asia Tenggara Emerlynne Gil, sperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/4/2014).

Selain dari luar, kecemasan mengenai diterapkannya Hukum Islam turut muncul dari kaum Non-Muslim Brunei. Hal tersebut karena hukum ini juga dapat diaplikasikan kepada kaum minoritas tersebut.

(Andreas Gerry Tuwo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement