Dikritik Soal Hukum Anti-LGBT, Sultan Brunei Kembalikan Gelar dari Oxford

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 24 Mei 2019 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 24 18 2059801 dikritik-soal-hukum-anti-lgbt-sultan-brunei-kembalikan-gelar-dari-oxford-Ws3t06XUoO.jpg Sultan Brunei Hassanal Bolkiah. (Foto: Reuters)

BANDAR SERI BEGAWAN - Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah mengembalikan gelar kehormatan yang diberikan kepadanya oleh Universitas Oxford setelah perguruan tinggi terkemuka itu menyampaikan keprihatinannya atas undang-undang anti LGBT Brunei yang keras.

Undang-undang yang diumumkan pada April itu mulanya membuat para pelaku hubungan seks sesama jenis dan perzinahan dapat dijatuhi hukuman rajam sampai mati. Namun, Brunei menarik kembali penerapan hukuman mati setelah munculnya suara-suara protes, kecaman dan ancaman boikot dari dunia internasional.

Universitas Oxford mengatakan telah membuka kajian "terkait keprihatinan tentang hukum pidana baru".

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara mengatakan universitas diberitahu bahwa Sultan Hassanal Bolkiah akan mengembalikan gelarnya setelah surat itu dikirimkan kepadanya bulan lalu.

Lebih dari 118.500 orang telah menandatangani petisi yang menyerukan universitas untuk menarik gelar hukum kehormatan, yang diberikan pada Sang Sultan pada 1993.

Anggota parlemen Oxford, Layla Moran, juga menulis kepada universitas untuk mendesak lembaga itu mencabut gelar tersebut dari Sultan Hassanal Bolkiah. Moran mengatakan bahwa pengembalian gelar itu "jelas tidak cukup".

Dia berkata: "Universitas Oxford sekarang memiliki kesempatan untuk menebus dirinya sendiri dan bergerak melewati terikat dengan pelanggaran HAM berat.

"Saya pikir yang terbaik adalah universitas harus melakukan tinjauan menyeluruh terhadap sistem gelar kehormatan mereka untuk memastikan skandal seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Moran sebagaimana dilansir BBC, Jumat (24/5/2019).

Sebelumnya universitas mengatakan: "Sama seperti tidak ada yang memiliki hak untuk memberikan gelar kehormatan, tidak ada yang punya hak untuk membatalkannya secara tiba-tiba."

Sultan telah membela keputusan untuk mengadopsi undang-undang baru tersebut dengan mengatakan meskipun akan ada moratorium hukuman mati, "manfaat" dari undang-undang baru pada akhirnya akan menjadi jelas.

Homoseksualitas telah dinyatakan ilegal di Brunei dan dapat diganjar dengan hukuman hingga 10 tahun penjara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini