Komplotan "Pentol Korek" di ATM Antarprovinsi Dibekuk

Tri Ispranoto, Okezone · Jum'at 09 Mei 2014 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 09 527 982613 xGmIzGA6T0.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Satreskrim Polres Sumedang membongkar jaringan penipuan dengan modus mengganjal ATM. Dari kasus ini, polisi berhasil menangkap tiga tersangka dan menetapkan satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Sumedang, AKBP Yully Kurniawan, mengatakan ketiga tersangka yakni Erwin Firnando (24), Beni Afrizal (27), dan Ahmad Junaedi (34), ditangkap setelah beraksi ATM BCA Indomaret, di depan RSUD Sumedang.

Modus yang digunakan para pelaku dengan menyelipkan biji pentol korek di mulut ATM. Korban yang kesulitan memasukan kartu ATM tiba-tiba langsung dihampiri salah seorang tersangka yang berpura-pura menawarkan bantuan.

“Di saat itu, tersangka minta kartu ATM korban. Dengan kecepatan tangannya, kartu ATM korban diganti oleh kartu lain. Setelah itu tersangka pura-pura memasukkan kartu ATM hingga akhirnya kartu palsu itu tertelan di mesin,” jelasnya, Jumat (9/5/2014).

Di saat bersamaan, datang satu tersangka lain yang berpura-pura akan menolong korban. Tersangka tersebut pura-pura menelepon dari HP miliknya dengan tujuan call center bank pemilik ATM.

“Memang dalam HP-nya tertulis call center, padahal itu adalah nomor teman tersangka sendiri yang diganti namanya. Dalam pembicaraan tersebut korban disuruh menyebutkan pin ATM,” terangnya.

Di sisi lain, tersangka pertama yang telah memegang ATM asli korban langsung beraksi dengan membelanjakan semua saldo yang ada di ATM korban dengan melakukan penarikan tunai, transfer, dan berbelanja.

Dalam kasus ini, korban yang sadar telah tertipu langsung menelepon call center resmi bank untuk mengetahui kondisi saldo di ATM miliknya.

“Selanjutnya kita mendapat laporan dari korban dan pihak bank ada penarikan dari ATM korban di sebuah konter HP. Langsung kita lakukan penyelidikan hingga akhirnya kita tangkap tiga tersangka itu,” bebernya.

Pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap satu pelaku lainnya berinisial Ha. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti, mulai dari kendaraan hingga barang-barang hasil kejahatan.

“Untuk yang di Sumedang korban mengalami kerugian sampai Rp29 juta. Tersangka juga mengaku pernah melakukan hal serupa di Purwakarta, dan berhasil menarik Rp8 juta, sementara di Subang pelaku berhasil menggasak Rp12 juta,” terangnya.

Ketiga tersangka kini ditahan di ruang tahanan Satreskrim Polres Sumedang. Mereka akan dijerat dengan pasal 378 mengenai tindak pidana penipuan dengan ancaman lima tahun penjara.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini