Maria Termakan Bujuk Rayu Elda, Luthfi & Fathanah

Mustholih, Okezone · Selasa 13 Mei 2014 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 13 339 984441 s6Uem051iI.jpg Maria Elizabeth Liman (Foto: Dok Okezone0

JAKARTA- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menilai Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, terbujuk rayuan Ketua Asosiasi Perbenihan, Elda Devianne Adiningrat, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, dan Ahmad Fathanah, dalam kasus izin pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

 

"Elda, Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaq yang seolah-olah mampu meningkatkan kuota impor daging sapi PT Indoguna dengan imbalan tertentu. Terdakwa selaku Dirut terbujuk upaya-upaya itu," kata Hakim Alexander Marwata saat membacakan amar putusan Elizabeth, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2014).

 

Bahkan, Majelis Hakim memuji upaya Elizabeth dalam mengatasi kelangkaan daging di pasar lokal. "Majelis menghargai konstribusi terdakwa dalam mempertahankan perusahaannya dan mengatasi kelangkaan daging sapi," ujar Hakim Alexander menambahkan.

 

Namun, kata Alexander, Maria Elizabeth Liman tetap harus dinyatakan bersalah karena terbukti memberi suap Rp 1,3 miliar kepada Luthfi Hasan Ishaaq lewat Fathanah. Hakim pun mengganjar Maria dengan hukuman dua tahun tiga bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

 

Atas putusan itu, Maria Elizabeth dan Jaksa Penuntut Umum dari KPK menyatakan pikir-pikir. Namun, pengacara Maria, Denny Kailimang, masih berkeberatan dengan vonis kliennya tersebut. "Cukup berat ya, cukup menjadi ganjalan, sebab majelis hakim menyimpulkan uang Rp 300 juta dan Rp 1 miliar ditujukan untuk Luthfi," kata Denny usai sidang di Pengadilan Tipikor.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini