Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sampah Lebaran Menumpuk di Kota Tangerang

Amba Dini Sekarningrum , Jurnalis-Selasa, 05 Agustus 2014 |02:37 WIB
Sampah Lebaran Menumpuk di Kota Tangerang
Tumpukan sampah pascalebaran kembali menumpuk (Ilustrasi Okezone)
A
A
A

TANGERANG - Pascalibur lebaran, tumpukan sampah dan tingginya intensitas produksi sampah di musim Hari Raya mengakibatkan tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Tangerang.  
 
Seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Pasar Ciledug, Kota Tangerang sampah berserakan dan menumpuk di atas pembatas jalan dan belum terangkut petugas Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang.
 
Tak ayal, kondisi ini pun mengganggu warga yang ada di sekitar dan yang hendak menggunakan akses jalan trotoar.
 
"Habis lebaran, sampah ada dimana-mana, jumlahnya juga lumayan banyak. Terganggu sih," kata Sulaiman, Senin (4/8/2014).
 
Tak hanya mengganggu pemandangan dan menyulitkan akses jalan, tumpukan sampah yang berserakan juga menyebarkan aroma yang tidak sedap.
 
"Semoga pemerintah cepet respon deh dan angkut sampah-sampah ini, takutnya jadi biang penyakit kalau dibiarkan terus," tegasnya.
 
Untuk diketahui, selama musim libur hari raya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) menyebar 50 sampai 70 orang petugas kebersihan tambahan pasca lebaran untuk wilayah barat, tengah maupun timur.
 
Operasional truk angkutan sampah juga diberlakukan. Dari jumlah 165 truk yang dipakai, 139 truk digunakan untuk mengangkut sampah secara rutin sebanyak dua rit.
 
Sementara itu, 26 armada sisanya dipergunakan khusus untuk angkutan sweeping yang berjalan antara pukul 08.00—12.00 WIB di luar jalur ritasi dari H-2 sampai H+5 lebaran.

(Misbahol Munir)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement