Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sekolah Double Shift Itu Salah

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Sabtu, 09 Agustus 2014 |11:35 WIB
Sekolah <i>Double Shift</i> Itu Salah
Rencana enam hari sekolah dianggap dapat membantu sekolah yang memiliki dua shift. Namun, keberadaan sekolah dua shift ini sendiri masih tidak tepat. (Ilustrasi: dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menerapkan enam hari sekolah dimaksudkan menyebar beban kurikulum 2013 yang terlalu berat. Di sisi lain, cara ini juga sekaligus membantu sekolah yang harus menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam dua shift, pagi dan sore. 
 
Baca: Jadwal Sekolah di DKI Diseragamkan Jadi Senin-Sabtu
 
Pengamat pendidikan Prof. Soedijarto menilai, beban kurikulum 2013 terlalu berat sehingga harus membuat siswa sekolah sampai Sabtu itu memang harus dipertanyakan. Tetapi, pertanyaan mendasar sebenarnya mengapa sampai ada sekolah dua shift?
 
"Artinya, pemerintah belum memenuhi kebutuhan fasilitas sekolah sampai ada double shift. Ini salah. Jangan hanya bicara soal jam dan jadwal sekolah. Sudahkah kebutuhan fasilitas sekolah yang memadai ini dipenuhi?" papar Soedijarto ketika berbincang dengan Okezone, Sabtu (9/8/2014).
 
Dia merujuk pada PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Menurut peraturan tersebut, sekolah harus menyediakan fasilitas lengkap untuk KBM. Tidak hanya ruang kelas, sekolah juga harus memiliki berbagai laboratorium, lapangan olahraga, kantin, tempat ibadah dan fasilitas penunjang lainnya.
 
"Sekarang, sudahkah semua sekolah di DKI Jakarta memiliki fasilitas lengkap seperti itu? Jadi kalau mau memperbaiki pendidikan di sekolah, laksanakan dulu semua ketentuan undang-undang agar anak aktif mengembangkan intelektualitas dan kepribadiannya," imbuh pakar kurikulum tersebut.
 
Baca: Ubah Jadwal Sekolah Kok Tiba-Tiba?
 
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, memunculkan rencana pemberlakuan enam hari sekolah di Ibu Kota. Alasannya, beban pelajaran pada kurikulum 2013 cukup banyak. Jika siswa dipaksakan masuk sekolah hanya hingga Jumat, maka mereka harus pulang terlalu sore. Belum lagi sekolah yang memiliki dua shift belajar. Siswa yang masuk shift kedua, bisa jadi harus pulang malam karena beban kurikulum tadi.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement