Share

Jokowi Ngarep Demokrat Ikut Koalisi

Aisyah, Okezone · Sabtu 30 Agustus 2014 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 30 568 1031873 zfyU3cy5FF.jpg Joko Widodo (Okezone)

JAKARTA – Pengamat politik Arya Fernandez menilai, pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Joko Widodo di Bali beberapa waktu lalu tidak hanya semata membahas RAPBN 2015. Namun, di belakanganya terdapat maksud tertentu dari Jokowi untuk mengajak Partai Demokrat untuk berkoalisi.

“Sekarang sebetulnya Jokowi masih melakukan pendekatan kepada partai politik. Pertemuan SBY-Jokowi kemarin menurut saya selain membahas RAPBN 2015 dan program-programnya, juga itu salah satu cara halus untuk melobi Demokrat untuk bergabung dengan Jokowi-JK,” kata Arya saat berbincang dengan Okezone, Jumat (29/8/2014) malam.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

 

Menurutnya, lobi yang dilakukan Jokowi kepada SBY untuk bergabung dengan koalisi yang dia usung karena sadar kekuatan kubu Jokowi-JK tidak berimbang di DPR.

 

“Lobi ke Demokrat itu dilakukan karena Jokowi sadar bahwa kekuatan yang tidak seimbang di DPR akan mengganggu kinerja pemerintah ke depan,” terangnya.

 

Dia memprediksi, Demokrat akan mempertimbangkan menerima tawaran dari Jokowi untuk bergabung dengan koalisi Jokowi-JK untuk memulihkan keadaan partai dan bangkit kembali di tahun 2019.

 

“Demokrat tentu butuh bangkit lagi di 2019. Salah satu cara untuk bangkit itu salah satunya berada di pemerintahan. Demokrat akan sangat mempertimbangkan kalau ada tawaran dari Jokowi. Saya kira SBY akan mempertimbangkan untuk bergabung,” tukasnya.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini