MIAMI - Keluarga dari jurnalis Amerika Serikat (AS) Steven Sotloff yang dieksekusi oleh kelompook Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), masih dirudung duka. Pihak keluarga pun menantang ISIS untuk berdebat.
Juru bica pihak keluarga Sotloff, Barak Barfi mengutarakan sosok Sotloff sebagai pria yang terbagi dalam dua dunia. Menurut Barfi, dunia Arab telah menariknya.
"Steve meninggal sebagai martir bagi kepentingan Tuhan," ujar Barfi, seperti dikutip Reuters, Kamis (4/9/2014).
Kemudian dia menantang pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi untuk berdebat mengenai Islam. "Celakalah untuk Anda (Al-Baghdadi). Anda sebut Ramadan adalah bulan pengampunan. Mana pengampunan tersebut," tuturnya.
"Allah tidak mencintai seorang agresor. Saya siap berdebat dengan Anda. Saya tidak punya pedang di tangan dan siap memberikan Anda jawaban," tegas peneliti kajian Arab di Washington tersebut.
Steven Sotloff adalah jurnalis kedua yang dieksekusi ISIS dalam satu bulan ini. Sama seperti James Foley, eksekusi Sotloff juga disebar ke dunia maya.
Pada awalnya Sotloff diculik di Suriah pada Agustus 2013, setelah melintasi perbatasan dari Turki. Dirinya melintas ke Suriah untuk meliput perang saudara yang tengah terjadi di Suriah.
Sebelum dieksekusi, ibunda Sotloff sempat meminta ISIS melepaskan anakanya. Namun, permintaan yang langsung ditujukan kepada pemimpin ISIS Abu Bkar Al Baghadi tersebut sama sekali tidak mengurungkan niat kelompok radikal ini untuk menghabisi nyawa Sotloff dan terus menyebar teror.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.