AMMAN - Seorang ulama radikal asal Yordania Abu Qatada mengutuk eksekusi yang dilakukan ISIS kepada Steven SOtloff dan James Foley. Qatada dikenal sebagai tokoh radikal yang bertanggungjawab atas sejumlah aksi teror di Yordania.
Berbicara di Yordania, Qatada menegaskan apa yang dilakukan ISIS sama sekali tidak bisa dibenarkan. Qatada memastikan pernyataannya tersebut memiliki dasar yang kuat.
"Jurnalis tidak boleh dibunuh. Mereka adalah pembawa pesan," sebut Qatada seperti dikutip dari Israel Nation News, Senin (8/9/2014).
Walau menyatakan tentangannya, Qatada tidak setuju adanya agresi AS ke Irak untuk membasmi ISIS. "Saya menentang semua hal yang mencoba melawan umat Muslim," lanjut dia.
Bukan pertama kali, Qatada mengeluarkan pernyataan yang menentang ISIS. Pada Juli lalu, ulama tersebut dengan tegas tidak setuju rencana ISIS untuk membuat khalifah Islam di Irak dan Suriah.
Saat ini Qatada masih mendekam balik jeruji besi di Jordania. Hal ini terkait dengan aksi penyerangan terhadap sekolah AS di Yordania dan perencanaan penyerangan turis ketika pergantian milenium terjadi.
(Andreas Gerry Tuwo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.