Share

8 Wanita Pemijat & 5 Pasangan Mesum Terjaring Razia

Nurul Arifin, Okezone · Jum'at 05 September 2014 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 05 519 1034593 U2rfCXhDpv.jpg 8 Wanita Pemijat & 5 Pasangan Mesum Terjaring Razia

SURABAYA - Antisipasi terjadinya praktik prostitusi terselebung, Polisi Pamong Praja Kota Surabaya menggelar razia di sejumlah panti pijat (Pitrat) dan hotel kelas melati. Hasilnya, delapan perempuan pemijat dan lima pasangan mesum ditangkap.

Razi kali ini digelar di Panti Pijat di Kawasan Darmopark, 2 Pitrat dan Hotel di Jalan pandegiling. Di tempat itu, petugas mendapati seorang wanita pemijat bersama laki-laki dalam keadaan tak berbusana di dalam sebuah bilik. Kontan saja, kedatangan petugas ini membuat pasangan itu kaget.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Ayo ganti baju dulu, setelah itu keluar, ikut ke kantor," ujar salah satu petugas saat memergoki pasangan ini.

Dari tempat ini, petugas menggelandang tiga wanita pemijat. Sementara pemilik berhasil kabur saat petugas datang merazia tempat tersebut.

"Sebenarnya kami sudah siapkan BAP untuk usaha ini (pitrat New Modis Massage, red), tapi pemilik dan pengurusnya tak ada di sini, hanya wanita pemijatnya saja. Kata satpam kawasan sih mereka kabur saat melihat kami datang," kata Kasi Operasional Satpol PP Kota Surabaya Joko Wiyono.

Selanjutnya, petugas menyisir sepanjang Jalan Pandegiling, Surabaya. Di tempat ini petugas tidak mendapati pasangan mesum. Hanya saja, berhasil menggelandang lima wanita pemijat tanpa disertai sertifikat keahlian.

Razia berlanjut di Hotel Pusaka. Di tempat ini, petugas berhasil menjaring empat pasangan mesum. Mereka digerebek ketika berada di dalam kamar hotel. Salah satu dari pasangan tersebut sempat berontak ketika petugas memaksanya untuk masuk ke mobil patroli.

"Semua pelanggar (baik identitas maupun pelanggaran tindak asusila) akan dibawa ke kantor Satpol PP. "Semuanya akan kita data dan kita berikan sanksi. Dengan sanksi terberat adalah kita kirim ke Liponsos," tukasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini