Share

Tahun Depan Dinas PU DKI Dipecah Jadi Dua

Angkasa Yudhistira, Okezone · Selasa 16 September 2014 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 16 500 1039700 ueK17yDRrE.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana memecah Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta jadi dua pada tahun depan. Yaitu Dinas PU Jalan dan Dinas PU Tata Air.  

 

"Kita akan pecah Dinas PU jadi dua, yaitu Dinas PU Jalan dan Dinas PU Tata Air. Pada tahun Anggaran 2015, keduanya sudah mulai jalan per Januari. Nanti selesai pelantikan besar-besaran," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (16/9/2014).

 

Alasannya, karena tugas dan tanggung jawab Dinas PU DKI sekarang ini terlalu luas dan besar untuk ditangani oleh satu dinas. Dengan adanya pembagian tugas tersebut, mantan Bupati Belitung Timur itu berharap perbaikan dan penambahan jalan serta normalisasi saluran air makro dan mikro akan lebih terfokuskan.

 

"Selama ini kan tugasnya terlalu luas, yaitu menangani masalah jalan dan sungai. Masalah air kan banyak banget dan terlalu besar. Jadi nanti idenya itu, ada satu dinas yang fokus untuk air dan satu dinas fokus untuk jalan," ujarnya.

 

Tugas suku dinas (sudin) di enam wilayah DKI, kata Ahok, bisa fokus mengerjakan perbaikan jalan di kampung-kampung, bukan lagi di perumahan.

 

"Jadi target Pak Jokowi kan harusnya tahun ini tapi karena ada perlawanan-perlawanan gitu kan, ya dimulainya tahun depan saja," ungkapnya.

 

Dengan memecah dua, mantan Anggota Komisi II DPR itu pun berharap bisa menagih sekira 3.000 Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dari para pengembang yang belum diserahkan pada Pemprov DKI untuk membangun fasos-fasum.

 

"Ini seharusnya tugas dari Dinas PU DKI untuk mengejar 3.000 fasos-fasum tersebut. Tapi enggak terkejar, karena tugas Dinas PU terlalu luas, banyak dan berat. Akibatnya banyak yang nggak tertagih, masih ada di tangan pengembang," tandasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini