Share

Hemat Anggaran, 687 SD di Jakarta Akan Dilebur

Angkasa Yudhistira, Okezone · Senin 22 September 2014 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 22 500 1042826 QxaKb1rwQ6.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan melebur 686 Sekolah Dasar Negeri (SDN) untuk digabungkan (regrouping). Hal ini dilakukan untuk penghematan anggaran dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp4 miliar per tahun.  

 

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, menyatakan proses penataan dan pengabungan sekolah sudah mulai dilakukan pada tahun 2014 sampai 2018 mendatang.

 

"Regrouping ada 685 sekolah untuk SD. Jadi sekarang kan jumlah SD itu ada 2.113 sekolah akan menjadi 1.428 sekolah. Akan ditata mulai hari ini 2014 sampai 2018. Pergubnya sedang ada perbaikan sedikit," kata Lasro di Balai Kota Jakarta, Senin (22/9/2014).

 

Sekolah yang akan digabungkan salah satunya adalah SD di Rawa Bunga, Jakarta Timur. Dimana satu gedung sekolah digunakan enam SD. Kedepan, dia berharap hanya dua sekolah yang menggunakan gedung tersebut.

 

"Selain itu ada di Susukan, Kampung Rambutan. Di sana ada dua sekolah menjadi satu. Itu di Susukan 1 dan Susukan 2. Dan masih banyak contohnya," tuturnya.

 

Selama ini, sambungnya, banyak anggaran yang tumpang tindih pada sekolahan yang terletak pada satu gedung.

 

"Untuk tunjangan kepala sekolah tambah Rp1 juta. Kalau enggak salah berarti berapa itu, coba banyak kan? ada Rp685 juta untuk kepala sekolah. Itu baru kepla sekolah aja. Belum bangkunya, dispensernya, ruang tamu. Jadi ini besar," ucapnya.

 

Meski dilakukan peleburan, Lasro memastikan penggabungan itu tidak akan bermasalah pada guru-guru yang ikut dilebur bersama dalam satu sekolah serta pekerja di bagian tata usaha dan keuangan serta administrasi.

 

"Pegawai keadaan sekarang ini kan memang masih kurang kan. Artinya kalau pegawai tidak mungkin kurang karena kan rombel-rombelnya (romborangan belajar). Nah yang kita kurangi manajemennya supaya tidak terbebani gitu lho. Kenapa satu sekolah tidak lima rombel saja, manajemennya satu," tandasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini