Tantangan Terberat Pendidikan Tinggi adalah Mutu

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Kamis 02 Oktober 2014 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 02 373 1047297 uJORkzYpEW.jpg Tantangan terberat pendidikan tinggi adalah mutu. (Foto: Rachmad Faisal/Okezone)

JAKARTA - Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang tumbuh pesat, saat ini Indonesia telah memasuki era kehidupan baru yang cepat berubah dan sangat kompetitif. Situasi dan kondisi yang penuh dinamika itu, tentu menjadi tantangan pula bagi dunia pendidikan, khususnya bagi seluruh stake holder pendidikan tinggi di Tanah Air.

Tantangan dunia pendidikan tinggi di Indonesia ke depan memang akan semakin berat, karena dituntut untuk mampu menjawab begitu banyak persoalan sekaligus. Baik itu tantangan yang muncul sebagai implikasi dari proses globalisasi yang tengah bergulir, maupun tantangan akibat dari timbulnya aneka persoalan yang dihadapi bangsa dan negara.

Rektor Universitas Jayabaya Prof H Amir Santoso mengatakan, salah satu tantangan terberat yang tengah dihadapi dunia pendidikan tinggi di Tanah Air adalah masalah peningkatan kualitas. Tantangan ini tidak saja disebabkan oleh tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga dalam kaitannya dengan fungsi perguruan tinggi yang dituntut untuk dapat memainkan peran sebagai agen perubahan.

"Oleh karena itu, dalam upaya pengembangan perguruan tinggi yang berkualitas, memang diperlukan suatu rencana strategis yang terpola dan terpadu, serta diperlukan pula anggaran yang memadai agar pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dijalankan secara optimal," ujar Amir dalam sambutan Sidang Senat Terbuka dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Wisudawan, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2014).

Dalam kerangka itulah, Amir melanjutkan, Universitas Jayabaya terus menata dan membenahi diri agar proses penyelenggaraan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu meliputi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dapat makin sinergis dan optimal dijalankan.

"Upaya tersebut tentunya harus didukung pula oleh peningkatan mutu dan kompetensi tenaga pengajar, pembenahan sistem administrasi serta penataan dan pemantapan kondisi kampus yang makin kondusif, baik bagi penyelenggaraan proses akademik perkuliahan maupun kegiatan unit kegiatan kemahasiswaan," ucapnya.

Amir memberikan contoh, dalam upaya peningkatan mutu dan kompetensi tenaga pengajar misalnya, telah dilakukan berbagai upaya dan program untuk mendorong para dosen dapat menempuh studi lanjutan S-2 dan S-3.

"Upaya tersebut kini telah membuahkan hasil, hingga dengan tahun akademik 2013/2014, mayoritas tenaga pengajar dari berbagai disiplin ilmu kini sudah memenuhi kualifikasi S-2 dan S-3," ungkapnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini