Kendati wajar dalam perbedaan pendapat, namun menurutnya, hal itu harus diminimalisir agar tidak membingungkan masyarakat. "Kalau tidak, bisa dipastikan lima tahun ke depan keduanya begitu terus (beda sikap). Sudah di partai koalisi tidak kompak, di kementerian (pemilihan menteri) juga, soal kebijakan juga begitu," katanya.
Oleh karenanya, sambung Arbi, keduanya harus duduk bersama membuat kesepakatan, dan tidak saling melempar gagasan ke publik yang berbeda-beda.
"Buat kesepakatan, yang penting lebih banyak bertemu. Jangan melempar masing-masing gagasan ke publik. Duduk bersama sampaikan pernyataan, jangan ada situasi yang satu A dan yang lainnya B," tutupnya.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.