"Sebenarnya orientasi mereka itu untuk mengejar kekuasaan tetapi mengatasnamakan rakyat," imbuhnya.
Dengan demikian, dirinya mengaku aneh terhadap KIH sendiri, di mana menggunakan rakyat sebagai tameng politik saja. "Saya capek melihat partai-partai politik ini. Tidak memperjuangkan aspirasi kita," tuntasnya.
Sebelumnya, KIH dan KMP sendiri sudah memutuskan untuk berdamai di parlemen. Sebagai bentuk islah dari dua kubu tersebut, KMP menjanjikan 16 kursi wakil ketua pada alat kelangkapan dewan (AKD) DPR sendiri.
Selain itu, mengubah tatib Undang-Undang MPR, DPR, DPRD dan DPD (UU MD3), di mana wakil ketua komisi tidak lagi berjumlah 3 melainkan menjadi 4. Hal tersebut merujuk pada keinginan KIH yang ingin diakomodir dengan menginginkan wakil mereka menempati pimpinan komisi.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.