JAKARTA - Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, yakin Program Keluarga Harapan (PKH) akan menjadi solusi bagi masyarakat miskin untuk tetap bertahan dari dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Mensos berharap program ini menjadi perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. “Program Keluarga Harapan akan menjadi penguat atas keberlanjutan mencapai kebutuhan dasar seperti sekolah, ekonomi rumah tangga, dan layanan kesehatan,” kata Mensos, Kamis (20/11/2014).
PKH, lanjut Khofifah, dapat disinergikan dengan KIP, KIS, KKS. Sebab arah dan tujuannya sama yakni keluarga yang sejahtera terpenuhi sandang, pangan, dan rasa aman. Mensos juga menyampaikan agar program yang pro rakyat miskin dimaknai secara bersama sebagai tanggung jawab bersama untuk Indonesia Sejahtera.

Pernyataan Mensos itu disampaikan dalam Focus Group Disscusion bertajuk ‘Program Keluarga Harapan di antara Kartu Sakti’. FGD juga turut dihadiri sejumlah akademisi, birokrat, dan praktisi.
Pakar jaminan sosial dari Universitas Indonesia (UI), Hasbulah Tabrani, menambahkan, perlindungan sosial bagi warga miskin adalah keniscayaan agar mereka memiliki keyakinan untuk hidup atas dasar kemampuan yang dimilikinya.
“Apapun nama programnya, yang utama rakyat yang berhak mendapat bantuan, benar benar mendapat bantuan, kata Hasbulah.
Hal itu diamini oleh pakar kebijakan publik dari UI, Ryan Nugroho. Menurut dia, kebijakan unggul, cerdas dan bijaksana akan memberikan harapan. “Kebijakan sosial yang unggul itu dimensinya bisa jadi bantalan sosial, wahana maju, solusi memecahkan masalah, disiplin sosial atau nilai sosial,” kata Ryan.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.