Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Jangan Panik Hadapi Interpelasi

Tri Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 27 November 2014 |08:07 WIB
Pemerintah Jangan Panik Hadapi Interpelasi
Foto bersama Presiden Jokowi dan menteri Kabinet Kerja di Istana
A
A
A

Heri mengatakan, pemerintah punya tugas menjelaskan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Tidak hanya anggota dewan, dia menilai, rakyat juga menunggu penjelasan dari pemerintah.

"Asal jangan dipolitisir, misal pemerintah menjelaskan kemudian ada upaya hak angket. Interpelasi memang untuk memperjuangkan aspirasi rakyat," terangnya.

Dia memandang, ketakutan pemerintah menghadapi interpelasi karena anggota dewan belum sepenuhnya bersatu. "Sekarang kan masih dalam tahap rujuk, masih bahas UU MD3. Finalisasinya pada UU MD3," pungkasnya.

Hitungan Indonesia Corruption Watch (ICW), harga premium yang dijual ke masyarakat saat ini Rp8.500 per liter terlalu mahal. Harga premium seharusnya bisa ditekan oleh pemerintah hingga Rp7.506.

Perhitungan tersebut didasarkan pada publikasi MOPS, yakni harga gasoline research octane number(RON) 95 pada November 2014 (sampai dengan 18 November) ada pada kisaran USD92 per bbl. Dengan demikian, harga bensin RON 88 diperkirakan di kisaran USD90 per bbl.

Sementara MOPS untuk diesel pada periode yang sama berharga di kisaran USD98 per bbl. Dengan asumsi USD1 sama dengan Rp12.000, maka mean of plats Singapore (MOPS) RON 92 adalah Rp6.796, sementara MOPS solar adalah Rp7.400,8.

Rumus menghitung harga keekonomian BBM versi ICW adalah MOPS ditambah alfa. Dalam hal ini, alfa untuk RON 88 adalah Rp709 yang didapat dari 3,32 persen dikali MOPS premium, ditambah Rp484. Hasilnya Rp7.506 per liter.

Kemudian, alfa untuk solar adalah Rp681,6, didapat dari penjumlahan 2,17 persen dikali MOPS solar, ditambah Rp521. Hasilnya harga keekonomian solar adalah Rp8.082,5.

Dengan harga pasar RON 88 dibuat ke Rp8.500, setelah dipotong pajak, ICW menghitung penghematan yang dilakukan pemerintah Rp1.739 per liter.

Untuk sisa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014, kuota premium 3,5 juta kiloliter dan solar 1,43 juta kiloliter, ICW menghitung pemerintah bisa menghemat total Rp8,6 triliun.

(Tri Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

Halaman:
Lihat Semua
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement