JAKARTA – Dipilihnya Brigjen Andika Pratama sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) oleh Presiden Joko Widodo, menimbulkan banyak tanggapan miring.
Pasalnya, Andika merupakan menantu dari mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang juga dikenal sebagai pendukung Jokowi pada Pilpres 2014.
“Enggak benar itu, saya tidak pernah melakukan intervensi sedikitpun pada siapapun,” ujar Hendro saat berbincang dengan redaksi Okezone, di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Tapi, kemudian eks menteri transmigrasi di Kabinet Reformasi itu mengakui telah melakukan intervensi kepada menantunya. Tapi, intervensinya bukanlah soal jabatan yang kini disandangnya. Melainkan soal olahraga atau fitness.
“Intervensi saya kepada Andika itu soal fitness saja, karena dulu kan badannya itu masih kecil. Sekarang kan sudah begini (tegap),” kata Hendro sambil menegapkan bahunya.

AM Hendropriyono (foto: Arif Julianto/Okezone)
Sekedar diketahui, Andika Perkasa adalah menantu Hendropriyono. Pria bernama lengkap Muhammad Andika Perkasa itu jadi Komandan Paspampres berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/760/X/2014 tanggal 14 Oktober 2014. Sebagai Danpaspamres, kini pangkatnya naik dari Brigjend menjadi mayor jenderal (Mayjend).
Situs Wikipedia melansir, pria lulusan Akmil 1987 ini berpengalaman dalam Infanteri, Kopassus. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Kepala Dinas Penerangan TNI AD. Dia juga sempat menjalani pendidikan di Seskoad. Sebelum dipercaya menduduki dua jabatan itu, ayah dari Wiratama Akbar Perkasa itu duduk sebagai Danrindam Jaya pada 2011 dan Danrem 023/Kawal Samudera pada 2012.
(Syukri Rahmatullah)