“Kami dalam bahaya dan bisa terbunuh. Pemerintah serta militer Italia bertanggung jawab atas nyawa kami,” kata salah satu korban, seperti diberitakan BBC, Jumat (16/1/2015).
Kini sumber Pemerintah Italia menyatakan kedua perempuan malang itu akan mendarat di Bandara Roma dalam waktu dekat. “Saya sangat senang. Ini merupakan berita yang sudah saya tunggu dalam waktu lama,” kata Salvatore Marzullo, ayah Vanessa.
Menurut wartawan BBC, muncul rumor kedua tahanan tersebut bisa bebas karena mendapat uang tebusan sebesar USD15 juta. Negosiasi sendiri difasilitasi oleh Qatar.
Italia di masa lalu memang sering membayar uang tebusan untuk membebaskan warganya. Namun, berita itu tidak dapat dikonfirmasi ke Pemerintah Italia.
Menteri Luar Negeri Italia tidak menanggapi rumor tersebut. Ia menyatakan pembebasan kedua relawan merupakan kerja keras tim.
(Hendra Mujiraharja)