Menurut salah seorang warga di distrik Karrada, Perdana Menteri Haider al-Abadi, telah melakukan hal yang benar dan berani, dengan keputusan ini. "Hal ini akan sangat menguntungkan bagi kami, karena kami merasa terpenjara selama 11 tahun terakhir," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Minggu, (8/2/2105).
Pihak lain mengkritik penghapusan jam malam ini. Mereka melihat hal tersebut akan memberikan para geng kriminal kebebasan untuk beroperasi. Penghapusan jam malam akan menambah beban kerja para petugas keamanan.
"Anda dapat melihat bahwa keadaan tidak seperti sebelumnya. Pemboman kembali terjadi," kata seorang pemilik toko di Shourja.
Seorang petugas keamanan Baghdad juga berpendapat kebijakan ini akan berdampak buruk bagi keamanan di Baghdad. Dengan berakhirnya jam malam, petugas keamanan terus berjaga-jaga atas kemungkinan terjadinya pemboman dan tindak kriminal, seperti penculikan yang semakin marak sejak musim panas lalu.
Peraturan jam malam telah membatasi kehidupan di Baghdad. Warga Baghdad menanti berakhirnya peraturan ini dengan perasaan bercampur aduk, penuh dengan antisipasi, juga ketakutan.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.