JAKARTA - Sejak Senin 23 Februari, TNI Angkatan Udara (AU) "memarkir" tiga jet tempur Sukhoi tipe TS-3007, TS-3004, dan TS-303, di Landasan Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Hadirnya ketiga burung besi buatan Rusia itu memicu kabar bahwa TNI AU menyiapkannya untuk pengamanan eksekusi terpidana mati Bali Nine.
Namun setelah diklarifikasi, Menko Polhukam, Tedjo Edhy menjelaskan bahwa keberadaan tiga Sukhoi di Bali itu, tidak ada kaitannya dengan rencana eksekusi mati dua warga Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Dalam waktu dekat, keduanya diagendakan hukuman mati di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
"Itu pengamanan wilayah biasa, tidak ada kaitannya dengan yang lain-lain. Biasa itu, TNI AU dan AL sedang melakukan latihan," ujar Tedjo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/2/2015).
Menteri Tedjo juga memastikan bahwa eksekusi hukuman mati, tetap akan dilakukan walaupun sempat dilakukan penundaan. Tedjo menyerahkan hal tersebut kepada pihak Kejaksaan Agung, selaku pihak yang melakukan eksekutor.