BANDA ACEH – Dalam dua bulan terakhir, tim gabungan polisi, BNN dan TNI berhasil membongkar sindikat mafia narkoba dan menyita 100 kilogram sabu di Aceh. Polda Aceh menduga masih ada 900 Kg sabu lagi yang beredar, dan kini pelakunya sedang diburu.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Gustav Leo mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan jajarannya di sepanjang pantai timur Aceh mulai dari Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur hingga Aceh Tamiang, untuk terus mengembangkan kasus ini.
“Ini perintah Bareskrim Mabes,” kata Gustav saat bersilaturrahmi dengan sejumlah wartawan di Warung Kopi Sekber Jurnalis Aceh di Jalan SA Mahmudsyah, Banda Aceh, Kamis (26/2/2015).
Menurutnya, sabu tersebut diduga tak beredar di satu lokasi namun tersebar di beberapa tempat. Jalur timur-utara Aceh memiliki garis pantai panjang, dan banyak terdapat pelabuhan-pelabuhan kecil diduga kerap digunakan para mafia untuk menyelundupkan narkoba terutama sabu dari luar negeri. Polisi, kata dia, terus bersinergi dengan semua pihak untuk meminimalisasi penyelundupan dan peredaran narkoba di Aceh.
Pada 15 Februari lalu, polisi dan BNN berhasil membongkar sindikat mafia narkoba dan menyita 75 Kg sabu di Peurlak, Aceh Timur. Kasus ini hanya selang sehari dari tertangkapnya empat tersangka bersama 14 Kg sabu di Aceh Utara. Bulan sebelumnya Polres Aceh Tamiang juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 19 Kg sabu.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.