Sebenarnya yang penjual batu akik adalah istri Edi. Edi sndiri bekerja di sebuah perusahaan eksplorasi eneergi di Jambi, tapi karena mengambil cuti dia dan istrinya menjual batu akik.
“Saya hanya membantu istri. Usaha ini kan usaha istri saya, jadi saya temani saja,” tuturnya.
Beberapa bongkahan batu akik dipajang di atas plastik warna hitam berbagai jenis batu akik ini. Ada lavender, teratai, raflesia, dan lumut pancawarna.
“Kita jual murah saja. Kalau yang besar selebar telapak tangan dewasa harganya Rp50 ribu kalau yang kecil itu harganya Rp30 ribu,” ujarnya.
Batu yang dipajang di lapaknya itu ada sebanyak 150 kilogram. Kalau dijual ukuran beratnya untuk teratai hitam dan merah harganya mencapai Rp200 per kilogram, kalau teratai putih dan kuning 1 kilogram harganya Rp150 ribu.