"Rawan dijadikan ajang transaksi seks, nikah siri hanya kedok," bebernya.
Selain itu, sambung Musni, pernikahan siri online merupakan suatu bentuk kapitalisasi pernikahan. Pihak penyedia memanfaatkan pelaku yang kebanyakan berasal dari kelas menengah untuk menenggak keuntungan.
Ia mengimbau agar para pelaku atau konsumen berhati-hati supaya tidak terjebak pada penipuan.
"Ini jadi ajang bisnis, kita tahu kalau pergaulan kelas menengah, apalagi di ibu kota terbatas. Jadi itu (nikah siri online) jadi ruang penyambung dan bisa juga ada penipuan," pungkasnya.
(Arief Setyadi )