Menurut pengamat politik asal Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio, politik balas budi akan menimbulkan kecemburuan di antara orang-orang yang pernah membantunya di pemilu presiden (pilpres).
"Ini akan menimbulkan kecemburuan atau konflik antarpendukung Jokowi atau mereka yang ada di PDIP, atau mereka yang ada di partai lain yang merupakan supporter utama dari Jokowi. Pertama, cemburu kenapa bukan saya, itu pasti akan jadi pertanyaan karena memang tidak ada indikator yang jelas kenapa dia masuk kenapa saya tidak," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Kamis (19/3/2015).

Kemudian, sambung Agung, efek dari kecemburuan yang kian memanas tak menutup kemungkinan mereka akan menjadi pengkritik yang handal bagi Presiden asal PDIP itu. Bahkan, mereka akan menempatkan dirinya sebagai oposisi karena tak mendapat tempat di pemerintahan.