Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sikap Jokowi Jadi Pemicu Perpecahan di PDIP

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 19 Maret 2015 |06:52 WIB
Sikap Jokowi Jadi Pemicu Perpecahan di PDIP
Sikap Jokowi Jadi Pemicu Perpecahan di PDIP (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Politik balas budi yang diterapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pemicu perpecahan di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan sejumlah partai pendukungnya, menyusul ditunjuknya Refly Harun sebagai Komisaris Utama di PT Jasa Marga.
 

Menurut pengamat politik asal Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio, politik balas budi akan menimbulkan kecemburuan di antara orang-orang yang pernah membantunya di pemilu presiden (pilpres). 

"Ini akan menimbulkan kecemburuan atau konflik antarpendukung Jokowi atau mereka yang ada di PDIP, atau mereka yang ada di partai lain yang merupakan supporter utama dari Jokowi. Pertama, cemburu kenapa bukan saya, itu pasti akan jadi pertanyaan karena memang tidak ada indikator yang jelas kenapa dia masuk kenapa saya tidak," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Kamis (19/3/2015).

Kemudian, sambung Agung, efek dari kecemburuan yang kian memanas tak menutup kemungkinan mereka akan menjadi pengkritik yang handal bagi Presiden asal PDIP itu. Bahkan, mereka akan menempatkan dirinya sebagai oposisi karena tak mendapat tempat di pemerintahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement