BOGOR - "Tolong jaga baik-baik." Begitu pesan Mas Adoeng Wiraatmadja, penemu makam maestro pelukis Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman, kepada presiden pertama RI Soekarno, saat pemugaran makam pada 1953.
Ucapan tersebut juga dipegang baik-baik oleh Isun Sunarya, penerus pemelihara makam Raden Saleh setelah Mas Adoeng selama lebih dari 50 tahun menjaga makam. Sejak 1999, Isun berjuang menjaga makam Raden Saleh yang berada di Gang Raden Saleh RT 03 06 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Pria yang kini berusia 76 tahun tersebut harus meneruskan perjuangan pamannya, Mas Adoeng, yang telah tak sengaja menemukan makam Raden Saleh di tengah tanah wakaf milik leluhurnya, Raden Panoeripan.
"Di atas tanah wakaf ini merupakan tempat pemakaman keluarga. Dulu hampir ada 30 makam di sini," kata Isun saat ditemui Okezone.
Ia menceritakan, Mas Adoeng yang merupakan generasi keempat dari Raden Panoeripan secara tidak sengaja menemukan makam Raden Saleh pada 1923.
Saat itu pusara Raden Saleh "tercekik" tingginya ilalang serta rumput yang tebal. Mas Adoeng tak tahu di sebelah barat rumahnya terbujur seniman terkenal, Raden Saleh.