Setelah ilalang dibabat habis, barulah tampak makam dengan keadaan yang memprihatinkan dengan batu nisan marmer bertuliskan kalimat berbahasa Belanda.
"Tak cuma makam Raden Saleh, tapi di sebelahnya ada makam istri Raden Saleh, Raden Ayu Danuredjo," tambah Isun.
Dalam kondisi makam yang menyedihkan, Mas Adoeng yang merupakan mantan jaksa ini selama lebih dari 50 tahun menjaga dan merawat makam Raden Saleh tanpa bantuan dari pemerintah.
Hingga pada 16 September 1953, presiden pertama RI Soekarno memerintahkan makam Raden Saleh dipugar dan dipercantik.
"Bung Karno sering berkunjung ke rumah pelukis Belanda Dessentje, tinggalnya tak jauh dari sini. Beliau mendengar kabar bahwa Raden Saleh dimakamkan di Bogor, makanya ia inginkan makan Raden Saleh dipugar. Waktu peresmian pemugaran saya masih SMA dan saya ada disitu," ucap Isun.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.