Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mencintai Sejarah Bangsa Lewat Restorasi Dingo Terbengkalai

Randy Wirayudha , Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2015 |06:06 WIB
Mencintai Sejarah Bangsa Lewat Restorasi Dingo Terbengkalai
Dingo Scout Car yang kembali direstorasi (Foto: Randy Wirayudha/Okezone)
A
A
A

BANDUNG – Dari hanya seonggok bangkai, Mayor TNI AU Heri Heriyadi “menyulap” kendaraan tempur (ranpur) intai relic, Dingo Daimler Scout Car, hingga bisa kembali menyapa dunia.

Tentunya bukan dengan tujuan agresi sebagaimana resimen NICA (Nederlands Indië Civil Administratie) resimen kavaleri Huzaren van Borel, pemilik pertama ranpur asal Inggris itu di saat Agresi Militer I, medio 1947.

Tujuan Mayor Heri yang memang hobi “utak-utik” mobil lawas itu punya misi pembelajaran sejarah buat masyarakat luas. Seperti di ceritakan sebelumnya, Dingo yang ditemukan di Karangresik, Tasikmalaya itu merupakan bagian dari satuan NICA yang hendak merebut Tasikmalaya, 7 Agustus 1947.

Mayor Heri mengaku pertama kali melihat bangkai ranpur itu di Monumen Karangresik, Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak usia Sekolah Dasar, 1987 silam.

“Seiring waktu (bangkai) Dingo itu terlupakan. Kemudian pada 2014 ada rekan-rekan yang menceritakan kembali (sejarah Dingo) dan langsung mengingatkan saya. Kita pun langsung ke tempat itu lagi, ternyata masih ada,” beber Mayor Heri kepada Okezone.

Sayangnya ketika kembali ke situs itu, bangkai Dingo itu kondisinya kian memprihatinkan. Dari upaya mencari informasi, ternyata diketemukan indikasi bahwa sejumlah bagian, bahkan hingga mesin Dingo itu dijarah oknum-oknum pengusaha barang rongsokan.

Engine (mesin) sudah tidak ada, gearbox juga. Yang tersisa tinggal body utama sama setirnya. September 2014 diputuskan kita ambil, kita restorasi, sampai bisa jalan pada akhir Februari. Pada teatrikal peringatan Serangan Oemoem 1 Maret, itu jadi test driver pertama Dingo-nya,” tambahnya.

Riset jadi satu tahap penting yang dikatakan Mayor Heri, demi bisa menghidupkan kembali ranpur yang sudah ‘mangkrak’ selama 67 tahun itu. Kini Dingo itu sedianya masih dalam tahap penyempurnaan sampai ke bentuk aslinya, sebelum akan diserah-terimakan kepada Kodam III Siliwangi.

“Ini inisiatif saya sebagai individu, tapi berkoordinasi dengan institusi dalam hal ini Kodam III. Saat ini secara hukum kepemilikan masih di bawah naungan Kodam III. Sekarang masih transisi sambil menunggu penyempurnaan, sebelum serah terima resmi pada 20 Mei, HUT Kodam III Siliwangi,” lanjut Mayor Heri.

Yang dilakukan Mayor Heri ini merupakan bentuk cinta sejarah dirinya sebagai bangsa Indonesia. Selain juga karena hobi “menghidupkan” kendaraan kuno, dia punya misi lain di balik penyelamatan Dingo ini.

“Yang paling utama saya bertujuan menginspirasi atau sebagai trigger (pelecut) kepada stakeholder, entah masyarakat, entah pemuda, pejabat, pimpinan negara, semoga bisa menginspirasi yang lain dari semua golongan dengan metode restorasi,” ungkapnya lagi.

“Ini juga sebagai langkah membangun character building generasi kita (muda) soal mengenal sejarah. Dengan mereka antusias untuk berfoto (dengan Dingo), kan pasti mereka akan bertanya lebih dalam lagi soal benda sejarah ini,” tuntasnya.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement