SURABAYA – Rumor yang mengatakan bahwa dictator Jerman era Perang Dunia II (PD II), Adolf Hitler meninggal di Kota Surabaya, Indonesia, pernah mencuat beberapa tahun silam. Baru-baru ini, spekulasi tersebut terangkat lagi setelah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini akan bentuk tim untuk menelusurinya.
Sebelumnya, Risma mengaku mendapat info bahwa Hitler yang menyamar sebagai dokter Anton Georg Poch dari perbincangannya dengan budayawan, Emha Ainun Najib alias Cak Nun.
Namun hal itu diragukan aktivis penggiat sejarah dari komunitas Roode Brug Soerabaia, Ady Setiawan. Dia mengaku skeptis akan isu bahwa Hitler yang menyamat sebagai dokter Poch, meninggal dan dikebumikan di Makam Ngagel, Surabaya.
“Saya skeptis soal (isu Hitler meninggal di Surabaya) itu,” papar Ady kepada Okezone via pesan singkat, Kamis (2/4/2015).
Faktor yang menyatakan Adolf Hitler bisa kabur ke Indonesia diungkapkannya terkait situasi Indonesia pada Perang Pasifik yang juga terkait dengan PD II.
Ketika Jerman di Eropa dan Jepang (sekutu Jerman) mulai terjepit pada 1943, sudah dianggap tidak memungkinkan, jika pun ada U-Boat (kapal selam) untuk membawa Der Führer dari Jerman ke Indonesia.
“Mau ke sini (Indonesia) naik apa? Tahun 1943 saja perairan Pasifik sudah enggak aman buat U-Boat. Masak mau bawa muata sekaliber Hitler?,” tandasnya.
Selama ini dari berbagai sumber, Hitler dinyatakan sudah tak bernyawa pada 30 April 1945, selang beberapa hari sebelum kapitulasi Jerman kepada sekutu dan Uni Soviet.
Hitler bersama istri yang baru dinikahinya, Eva Braun, bunuh diri di mana Hitler menembak kepalanya sendiri, sementara Eva menelan pil sianida di dekat bunker yang ada di sekitaran Reichskanzlei (kantor Kanselir).
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.