Temuan itu membuat pihaknya berkesimpulan bahwa radikalime dunia maya sudah sampai tahap membahayakan karena para penggunanya tak lagi melakukan penyaringan atas informasi yang masuk. "Padahal mahasiswa yang notabene intelektual harus memiliki filter diri saat menerima info apapun termasuk keagamaan, sehingga dia bisa mencegah dirinya dipengaruhi radikalisme,” tambahnya lagi.
Kondisi ini membuat pihaknya yakin bahwa negara harus bertindak cepat dan tegas. Sikap itu dapat berupa tindakan menutup dan mencegah lahirnya kembali sejumlah situs yang mengajarkan radikalisme dan kekerasan agama.
Menurutnya masyarakat pasti mendukung pemerintah mengambil langkah cepat. "Ini sudah membahayakan, negara harus mengambil langkah mengakhiri kampanye radikal di dunia maya,” tutupnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.