VALLETTA - Sebanyak 700 orang dikhawatirkan tewas setelah sebuah kapal nelayan yang berisi imigran terbalik di 70 mil (112,6 km) lepas pantai Libya, sebelah selatan Pulau Lampedusa, Italia. Kecelakaan ini disebut sebagai kecelakaan terburuk yang pernah terjadi di Laut Mediterania.
Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) menyatakan 50 orang dari 700 orang yang dilaporkan berada di dalam kapal telah berhasil diselamatkan.
“Mereka mencoba menemukan orang yang masih hidup di antara mayat-mayat yang mengambang di air,” demikian kata Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (20/4/2015).
Setiap hari semakin banyak imigran yang melarikan diri dari wilayah konflik di Afrika Utara, dan Timur Tengah, terutama dari Libya. Mereka mempertaruhkan nyawa dan mencoba menyeberang ke wilayah Eropa.
Paus Fransiskus telah berulang kali berbicara mengenai masalah imigran ini, dan meminta bantuan serta partisipasi dari masyarakat internasional.
“Mereka adalah laki-laki dan perempuan seperti kita. Saudara kita yang mencari kehidupan yang lebih baik, kelaparan, terluka, teraniaya, dan tereksploitasi, korban perang. Mereka mencari kehidupan yang lebih baik, mencari kebahagiaan,” Demikian dikatakan Paus dalam pidatonya Minggu, 19 April 2015.
Sebanyak 13.000 imigran telah berhasil diselamatkan dari laut pekan lalu, berkat cuaca yang membaik dan membuat semakin banyak kapal yang mencoba menyeberangi Laut Mediterania. Sejak awal 2015 tercatat sedikitnya 900 orang tewas dalam upaya mereka mencapai Eropa.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.