Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Duet Jokowi-SBY Unjuk Gigi di Depan Parlemen 33 Negara

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Rabu, 22 April 2015 |16:18 WIB
   Duet Jokowi-SBY Unjuk Gigi di Depan Parlemen 33 Negara
Duet Jokowi-SBY Unjuk Gigi di Depan 33 Parlemen 33 Negara
A
A
A

JAKARTA - Gedung DPR RI tampak berbenah. Sejumlah persiapan dilakukan oleh puluhan petugas, terutama di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Deretan kursi tersusun rapi secara ekslusif untuk menjamu tamu dari berbagai negara dari Asia-Afrika. Perhelatan itu semakin spesial karena materi utama akan disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Acara yang berjudul Konferensi Parlemen Asia-Afrika atau Asia-Africa Parliamentary Conference to Commemorate The 60th Asian African Confrence itu bertujuan untuk memperkuat kerja sama antarparlemen di negara Asia-Afrika.

"DPR siap menyelenggarakan Konferensi Parlemen Asia-Afrika yang bertujuan untuk membantu memperkuat kerjasama di bidang ekonomi, politik sosial, dan budaya," tukas Ketua DPR, Setya Novanto di Gedung DPR, Rabu (22/4/2015).

Politikus Partai Golkar itu melanjutkan, acara tersebut dihelat dalam rangka menjalankan amanat UU MD3 Pasal 69 (2) tentang fungsi DPR, guna mendukung upaya pemerintah dalam melaksakan politik luar negeri.

"Melalui konferensi ini, DPR RI percaya bahwa keterlibatan Asia dan Afrika secara komprehensif perlu dilakukan dengan membuka jalan bagi keterlibatan antarparlemen, terutama untuk mempertajam kerangka kerja sama," tegas pria yang biasa Setnov itu.

Acara itu sendiri akan dihadiri oleh 33 negara yang terdiri dari 30 parlemen dan tiga perwakilan.

Setnov kemudian membeberkan beberapa tujuan penyelenggaraan Konfrensi Parlemen Asia-Afrika seperti berikut.

1. Sebagai forum parlemen Asia dan Afrika dalam menyamakan perspektif dan solusi bagi tantangan Asia dan Afrika di masa depan.

2. Untuk konsolidasi dan penguatan peran parlemen dalam membangun Kerjasama Selatan-Selatan dalam konteks New Asia Africa Strategic Partership (NAASP).

3. Menyalurkan perspektif parlemen negara-negara Asia-Afrika dalam penajaman agenda pembangunan global pasca 2015.

Selain itu, pertemuan itu juga akan membahas isu kemerdekaan Palestina, "Hingga kini Palestina masih memperjuangkan cita-cita untuk merdeka. Masalah Palestina adalah amanat pembukaan UUD 1945 yang boleh jadi menjadi satu-satunya masalah klasik terkait hak menentukan nasib sendiri (self-determination) yang belum terselesaikan hingga kini," tegas Setnov.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement