JAKARTA – Maraknya tindakan terorisme di Indonesia dan belahan dunia mengundang sorotan banyak pihak. Berbagai klaim yang melatarbelakanginya kerap dimunculkan, seperti ideologi transnasional, konflik berlatar kekuasaan serta politik, dan sebagainya.
Namun menurut Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, faktor utama dari tindakan terorisme, khususnya di Indonesia, adalah adanya kesenjangan sosial dan kemiskinan yang membuat beberapa orang berpikir serta bertindak instan.
“Tindak terorisme tidak hanya karena ideologi transnasional, tapi bisa terkait faktor kemiskinan dan kesenjangan sosial,” katanya saat menerima kunjungan Pengurus Pusat Riset Ilmu Kepolisian (PRIK) di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta, Senin 27 April 2015.
Menyikapi hal itu, Kementerian Sosial (Kemensos) membentuk program pemberdayaan usaha ekonomi produktif (UEP) dan kelompok usaha bersama (KUBE) untuk membersihkan pola pikir teror, seperti narapidana teroris yang akan mengembangkan usaha usai terbebas dari penjara.
“Saya kira pendekatan kesejahteraan dengan pemberdayaan ekonomi terhadap para mantan narapidana teroris bisa menjadi alternatif untuk mereduksi tindak terorisme di Indonesia, ” terangnya.
Tidak hanya itu, tutur Khofifah, Kemensos mendukung program dan dakwah yang dilakukan PRIK melalui pendekatan, diskusi, pelatihan, serta kegiatan ekonomi. Sehingga, bisa disinergikan agar bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami siap mengalokasikan dana UEP dan KUBE terhadap para mantan narapidana teroris yang tertarik mengembangkan usaha untuk menaikkan kesejahteraan keluarga mereka, ” lanjutnya.
Mensos menambahkan, akibat dari tindakan teroris berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk anak-anak. Karena itu, Kemensos membentuk Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC), Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Save House, serta pusat pelatihan yang salah satunya di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
“Kami juga memiliki Tim Spider yang sering disinergikan dengan pihak kepolisian dan Kemhan dalam berbagai tugas reunifikasi dan reintegrasi, salah satunya terhadap mantan kombatan Aceh,” tambahnya.
Langkah Kemensos yang begitu sigap terhadap tindakan terorisme tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya dari mantan pimpinan Al Qaeda di Asia Tenggara yakni Nassir Abbas.
“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi langkah cepat dari Kemensos dalam upaya mereduksi terorisme di Indonesia agar mereka kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, ” ujar Nassir.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.