CILACAP - Salah seorang rohaniwan pendamping, K.H. Hasan Makarim, membawakan kurma dan Alquran untuk dua terpidana mati beragama Islam yang akan segera dieksekusi.
"Selain kurma dan Alquran, saya juga bawakan air zamzam. Kurma dan air zamzam akan dimakan bersama karena saat seperti ini sangat bagus kalau diberikan yang herbal," kata Hasan kepada wartawan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2015).
Ia mengatakan, kondisi dua terpidana mati yang telah berada di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan Besi, Nusakambangan, itu di luar dugaan karena semakin kuat.
Saat makan bersama dengan keluarga dan pengacara, kata dia, dua terpidana mati itu tampak ceria. "Mereka tadi juga berjamaah salat Zuhur bersama saya dan keluarga di masjid," katanya.
Saat ditanya mengenai pesan terakhir dua terpidana mati tersebut, dia mengatakan hal itu sudah dicatat oleh pengacara masing-masing terpidana.
Kendati demikian, dia mengaku telah menyampaikan kepada para terpidana jika ada pesan terakhir yang masih tertinggal, wasiat itu bisa disampaikan kepadanya untuk diteruskan kepada kejaksaan. Menurut dia, kedua terpidana mati itu akan diajak untuk melaksanakan salat tobat sebelum pelaksanaan eksekusi.
Akan tetapi saat ditanya identitas dua terpidana mati beragama Islam yang didampinginya, dia enggan menyebutkannya. "Hanya ada dua, satu WNI dan satu WNA," katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, dua terpidana mati beragama Islam yang akan segera dieksekusi, yakni Zainal Abidin (warga negara Indonesia) dan Martin Anderso (warga negara Nigeria).
(Susi Fatimah)