Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Obama Sadari Bahaya Ancaman Iran

Hendra Mujiraharja , Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2015 |10:24 WIB
Obama Sadari Bahaya Ancaman Iran
Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mendapat dukungan dari perkumpulan Koalisi Negara Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) mengenai kesepakatan program nuklir dengan Iran. Namun, Presiden Barack Obama menyadari ancaman yang bisa diberikan Iran terhadap negara sekutu AS itu.

 Pidato Tahunan Obama

AS menjamu enam perkumpulan negara-negara Teluk (GCC) di Camp David, Washington. Dalam kesempatan itu, Obama menyatakan akan menggunakan kekuatan militer negeri Paman Sam itu untuk melindungi mereka jika Iran benar-benar melakukan serangan.

“Saya menegaskan kembali komitmen kami untuk keamanan sekutu kami di negara-negara Timur Tengah,” ungkap Obama, kepada wartawan usai melakukan pertemuan, sebagaimana diberitakan Reuters, Jumat (15/5/2015).

Obama berhenti menawarkan perjanjian pertahanan formal ke beberapa Koalisi Negara Teluk. Sebaliknya, dia mengumumkan langkah-langkah yang lebih sederhana, termasuk mengintegrasikan sistem pertahanan rudal balistik, beefing cyber dan keamanan maritim. Dengan cara merampingkan penjualan senjata dan meningkatkan latihan militer bersama.

"AS akan membela rekan kami dari Koalisi Negara Teluk untuk melawan serangan dari luar," sambung Obama.

Saat ini, AS dan lima negara lainnya sedang berusaha mencapai kesepakatan akhir program nuklir dengan Iran, yang tenggat waktunya jatuh pada 30 Juni 2015. Kelompok GCC itu sepakat untuk bergabung dalam membicarakan program nuklir ini secara komprehensif dan diverifikasi.

(Hendra Mujiraharja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement