Menurutnya, tak ada langkah lain yang harus ditempuh selain menekan Myanmar agar mengakui etnis Rohingya sebagai warga negaranya, jika tidak, maka arus pengungsian akan terus terjadi dan kehidupan mereka akan makin terancam. Negara lain yang membantu mereka bersifat sementara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Aceh telah menjadi "tempat persinggahan" Rohingya yang kabur dari negaranya dan terombang-ambing di laut lepas.
“Aceh sudah berbuat maksimal untuk menyelamatkan para imigran tersebut. Karena itu, dunia internasional harus segera mengambil tindakan serius, terutama menekan masing-masing negara asal imigran agar menyelesaikan akar masalah yang menyebabkan warganya terusir dari tanahnya sendiri,” pungkas Iskandar.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.