"Bahkan, customernya, itu kalau sudah diketahui, dia tidak hanya diberi denda dan bisa juga dipenjara. Tetapi juga wajahnya itu di-publish di berbagai sosial media. Itu social punishment yang saya rasa sangat efektif," sambungnya.
Saat ini, pemerintah lebih memberikan pelatihan pada penjaja seks komersil tingkatan menengah-bawah melalui pelatihan sosial karya wanita (PSKW).
"Kalau Kemsos itu lebih kepada PSK middle-low society. Karena itu, kita menyiapkan PSKW. Di panti itu, mereka diberikan bekal vocational training. Kalau pulang mendapat Rp3 juta. Pastilah kita bisa menghitung ini adalah untuk kelas menengah ke bawah. Tapi kalau prostitusi online tiga jam Rp80 juta, tiga jam Rp200juta. Ini kan lifestyle. Jadi memang menjadi penting social control," tandasnya
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.