Pengadilan Tinggi Jambi Lantik Puluhan Advokat

Senin 25 Mei 2015 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 25 340 1154735 pengadilan-tinggi-jambi-lantik-puluhan-advokat-Ou11c0GM18.jpg Ilustrasi. Dok Okezone

JAKARTA - DPN Peradi dan Pengadilan Tinggi Jambi melantik para advokat se-Provinsi Jambi dan sekitarnya. Dalam kesempatan ini 71 calon advokat resmi dilantik dan diambil sumpahnya, Senin (25/5/2015).

Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan menegaskan proses untuk menjadi advokat yang panjang itu harus dilalui para calon advokat di Indonesia berdasarkan UU Advokat tahun 2003. Ujian untuk menjadi advokat ini dilaksanakan zero KKN.

"Ini yang harus dilalui untuk bisa mendapatkan advokat yang bisa memberikan bantuan kepada para pencari keadilan secara profesional. Zero KKN ini terus kita pegang sampai saat ini. Bahkan kerabat saya ada yang ujian tidak lulus," tegas Otto, Senin (25/5/15).

Otto menambahkan prinsip untuk menjaga zero KKN ini ditujukan untuk kemajuan advokat di Indonesia. "Untuk mencapai tujuan yang baik tentunya kita harus menanamkan hal yang baik sehingga kedepan profesi advokat di Indonesia bisa menjadi kebanggan dan diakui dunia internasional," tambahnya.

Sesuai UU Advokat tahun 2003, tercatat 44 ribu peserta ujian advokat di Peradi. Dari jumlah tersebut yang telah dinyatakan lulus sebanyak 18.971 orang. Sedangkan yang sudah diangkat dan disumpah menjadi advokat sebanyak 8.776 orang.

Otto menambahkan untuk menjadikan organisasi advokat di Indonesia maju, maka proses yang terjadi sekarang ini harus dilalui termasuk gesekan yang terjadi saat ini. "Banyak kepentingan yang tidak tertampung yang menyebabkan terjadinya gesekan di organisasi advokat. Legal culture inilah yang menyebabkan terjadinya gesekan. Peradi mempunyai beban yang berat untuk meluruskan dan menyelesaikan gesekan," tambahnya.

Dia bersyukur adanya UU Advokat tahun 2003 bisa menyatukan gesekan yang terjadi. Dengan single bar inilah yang bisa membuat advokat bisa menjadi profesional buat para pencari keadilan. "Saya harapkan teman-teman advokat bisa mengatasi tantangan yang ada terutama dari diri sendiri. Kita harus bisa menjadi profesional jangan mendahulukan nafsu dan mengorbankan masyarakat dan profesi,"lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Pengadilan Tinggi Jambi saya mohon maaf karena ada urusan di Jakarta yang menyebabkan acara pengambilan sumpah yang sedianya digelar pada 6 Mei lalu ditunda dan baru dilaksanakan hari ini. "Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Peradi keperluan yang tidak bisa saya tinggalkan waktu itu," tegasnya.

Seusai dengan UU, menurut Kepala Pengadilan Tinggi Adam Hidayat SH, pengambilan sumpah ini sangat diperlukan agar advokat bisa menjalankan praktek hukum di Indonesia. Meski demikian, ia mengingatkan para advokat dapat menjalankan profesinya dengan baik. "Dengan disumpahnya para advokat ini mulai detik ini bisa menjalankan profesinya dan mempunyai kedudukan yang setara dengan penegak hukum lainnya," tambah Adam.

Dia menjelaskan sudah menjadi kewajiban bagi setiap Pengadilan Tinggi di Indonesia untuk mengambil sumpah bagi advokat yang telah menyelesaikan dan lulus ujian yang diadakan oleh Peradi.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini