Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jangan ke Puncak! Ribuan Warga Lereng Merapi Taruhannya

Jangan ke Puncak! Ribuan Warga Lereng Merapi Taruhannya
Kawah Gunung Merapi (Foto: Solopos.com)
A
A
A

SOLO — Nama Tim SAR Barameru terdongkrak naik setelah mengevakuasi Eri Yunanto, korban tewas di kawah Merapi, Sabtu 19 Mei 2015 silam. Agar tidak terjadi hal serupa, anggota SAR Barameru, Bakat Setiawan alias Lahar membagi tips mendaki gunung.

Puncak Merapi menjadi tempat terakhir Eri Yunanto menikmati puncak gunung. Sebab, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarya (UAJY) itu terpeleset dan jatuh 175 meter ke dalam kawah Merapi yang suhunya dapat mencapai 160 derajat Celcius.

Kepada Solopos FM, Kamis 28 Mei kemarin, Lahar mengatakan jatuhnya korban ke kawah Merapi adalah kesalahan korban yang tidak mematuhi aturan pendakian. Pria asal Cepogo, Boyolali, itu menegaskan kawah Merapi adalah zona terlarang.

“Kawasan puncak Merapi itu terlarang, sama sekali enggak boleh didatangi kecuali dengan izin khusus. Selain daerahnya rawan longsor, di sana banyak alat penting pemantau aktivitas merapi,” tutur Lahar.

Lahar menyebut larangan puncak Merapi yang dilanggar almarhum Eri dan rombongannya itu sebenarnya telah terpampang jelas di beberapa lokasi, yakni di Pos Pendaftaran, Pos New Selo dan Pos Pasar Bubrah. “Jangan naik ke puncak. Kalau Anda terjatuh, tim rescue juga enggan menolong Anda,” ungkap Lahar mengenai isi larangan tersebut.

Pria yang sebelumnya bertugas di Tim Dapur Barameru itu juga membagi tips mendaki gunung dengan aman. Hal utama yang wajib diperhatikan pendaki sebelum naik gunung adalah persiapan dan mengenal peralatan pendakian.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement