SYDNEY - Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014 tidak akan diperpanjang selama tak ada bukti baru yang muncul.
Pencarian yang saat ini dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpin Pemerintah Australia, Joint Agency Coordination Centre (JACC), dijadwalkan akan berlangsung hingga awal tahun depan. Namun, rencana tersebut berubah, pencariaan hanya dilakukan sampai akhir bulan ini setelah satu dari tiga unit kapal yang membantu pencarian tidak bisa digunakan.
“Seperti yang diumumkan pada April, wilayah pencarian telah diperluas hingga 120.000 kilometer persegi jika diperlukan. Karena tidak adanya informasi baru yang kredibel yang menunjukkan lokasi spesifik pesawat, pemerintah telah sepakat tidak ada lagi perluasan wilayah pencarian,” demikian pernyataan dari JACC seperti dilansir, Mirror, Kamis (4/6/2015).
Pencarian untuk menemukan pesawat MH370 sampai saat ini telah berlangsung selama 15 bulan, dan belakangan ini sering terkendala cuaca buruk. Para penyelidik sedang menyelidiki daerah dasar laut di Samudera Hindia bagian selatan, lepas pantai Australia.
“Beberapa pekan ke depan, operasi pencarian akan berfokus di selatan untuk memanfaatkan sisa-sisa cuaca baik di daerah tersebut sebelum cuaca buruk yang diperkirakan terjadi pada musim dingin,” sebut JACC.
Malaysia Airlines MH370 menghilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, pada 8 Maret 2014, membawa 227 penumpang dan 12 kru. Upaya pencarian telah dilakukan oleh berbagai negara sampai saat ini. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.