nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laporan Malaysia Tak Beri Jawaban, Prancis Akan Buka Kembali Penyelidikan MH370

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 14:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 09 18 1934082 laporan-malaysia-tak-beri-jawaban-prancis-akan-buka-kembali-penyelidikan-mh370-gZbVWT2fy7.JPG Foto: Reuters.

PARIS – Prancis telah membuka kembali penyelidikan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 setelah laporan akhir yang dikeluarkan Pemerintah Malaysia bulan lalu gagal menjelaskan mengenai apa yang terjadi pada pesawat tersebut. Laporan setebal 449 halaman yang dipublikasikan pada 30 Juli lalu itu justru memicu kecaman dari keluarga korban yang menuduh Pemerintah Malaysia melakukan menutup-nutupi apa yang terjadi.

Meski belum ada konfirmasi dari Pemerintah Prancis, Surat Kabar Le Parisien melaporkan bahwa penyelidik Prancis berencana untuk memverifikasi data dari Inmarsat, operator jaringan satelit global Inggris, yang memantau ping pesawat nahas itu ke selatan Samudera Hindia di mana pesawat diyakini jatuh.

BACA JUGA: Laporan Investigasi Dirilis, Penyelidik Belum Bisa Pastikan Penyebab Hilangnya MH370

Penyelidik juga berencana untuk "memverifikasi kebenaran dan terutama keaslian semua data teknis yang dikirimkan." Demikian diwartakan IBTimes, Kamis (9/8/2018).

Gendarmerie of Air Transport (GTA) diizinkan untuk melakukan penyelidikan sendiri terhadap hilangnya MH370 karena adanya empat warga negara Prancis di dalam pesawat tersebut. MH370 hilang pada 8 Maret 2014, dengan 239 orang di atas kapal saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.

BACA JUGA: Penyelidik Duga MH370 Dibelokkan Keluar Jalur dengan Sengaja

Laporan yang dirilis oleh Malaysia mengatakan tim investigasi tidak dapat menentukan apa yang terjadi pada jet Boeing 777-200ER tersebut. Laporan tersebut mengatakan, MH370 menyimpang dari jalurnya dikarenakan kontrol manual dan tidak mengesampingkan kemungkinan pembajakan telah terjadi terhadap pesawat itu.

Hilangnya MH370 sampai saat ini masih menjadi salah satu misteri terbesar penerbangan modern. Petunjuk yang membantu penyelidikan hanya bagian flaperon pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion, puing pesawat di pantai timur Tanzania dan pantai Afrika Selatan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini