NAYPYIDAW – Tokoh oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, telah mengonfirmasi bahwa partainya, Liga Nasional Demokrasi (NLD) akan ikut dalam pemilihan umum (Pemilu) pada 8 November 2015, meskipun dirinya masih mendapatkan pelarangan untuk menjadi presiden.
“Saya berbicara di sini sekaligus untuk memberi tahu bahwa partai kami, Liga Nasional Demokrasi tetap akan ikut serta dalam Pemilu 2015 Myanmar, walaupun saya masih mendapatkan larangan untuk maju sebagai presiden,” tegas Aung San Suu Kyi ketika berpidato di Kota Naypyidaw, seperti dikutip The Guardian, Senin (13/7/2015).
Peraih nobel perdamaian yang menghabiskan 15 tahun menjadi tahanan rumah itu dilarang menjadi Presiden Myanmar melalui rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan oleh pemerintahan junta militer. Dalam RUU tersebut diatur bahwa seseorang yang menjadi istri orang asing atau mempunyai anak berkewarganegaraan asing tidak bolah menjadi presiden.
Pada Juni 2015, Parlemen Myanmar mengadakan pemungutan suara untuk mengesahkan RUU yang diajukan pemerintahan junta militer. Meski 388 anggota parlemen menyatakan menolak RUU, namun keputusan tersebut kurang dari batasan 75 persen suara yang dibutuhkan untuk menggagalkan RUU itu.
Banyaknya fraksi junta militer yang duduk di kursi Parlemen Myanmar nyatanya tetap dapat mengalahkan 388 suara yang mendukung Aung San Suu Kyi.
Kendati demikian, Suu Kyi tetap optimis bahwa partainya akan mendapatkan tempat di hati warga Myanmar, dan berhasil menguasai setengah dari kursi parlemen.
“Saya yakin Partai Liga Nasional Demokrasi akan diterima dan mendapatkan tempat tersendiri di hati warga Myanmar,” ujar Suu Kyi.
Sebelumnya pada 1990, Partai NLD meraih kemenangan dalam pemilu, namun junta militer tidak mengakuinya dan merebut kekuasaan sebelum mengelar pemilihan umum tahun 2010, yang dianggap tidak berlangsung secara demokratis.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.